Fenomena Akhwat Selfie

Di zaman yang semakin modern ini, banyak sekali sosial media yang tersedia mulai dari facebook, twitter, Instagram, line, dll. Semua sosmed itu mempunyai fasilitas yang memadai dan menarik. Salah satunya fasilitas untuk selfie dan mengunggah media. Foto merupakan jenis media yang paling sering diunggah saat ini. Berfoto merupakan kegiatan yang harus dilakukan bagi sebagian atau banyak orang sebagai bukti keberadaan dirinya, momen yang dijalani, dan sebagainya. Tapi tahukah bahwa upload gambar diri bagi wanita bisa mendatangkan banyak bahaya. Bahkan termasuk dosa jariyah? Mari kita lihat:

Allah melarang wanita menampakkan kecantikannya kecuali pada suami dan mahramnya.

وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنّ

“ Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami, ayah, atau ayah suami mereka” (An- Nur):31.

Allah melarang wanita berhias kecuali untuk suami dan mahramnya.

وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰ

“Dan hendaklah kamu tetap dirumah dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah dulu”. (Al-Ahzab): 33

Allah menjadikan wanita sebagai ujian terbesar bagi pria.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia terhadap kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita dan anak-anak harta yang banyak dari jenis emas, perak. (Ali Imran):14

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita (HR. Bukhari 5096 dan Muslim 2740).

Nah sudah jelaskan, jika kita hubungkan dengan fenomena saat ini, banyak para wanita berlomba- lomba mengunggah foto terbaiknya dengan tambahan filter inilah itulah belum lagi wajah sang wanita dipoles dengan bedak, lipstick dengan indahnya, dan berpose yang menggemaskan. Terkadang sambil memamerkan sedang berada ditempat yang bagus dan pakaian yang bagus. Apa yang kita dapat dari mengupload foto? Kepuasan, pengakuan diri?

Sadarkah kita sebagai wanita, hal-hal tersebut sangat membahayakan diri kita, salah satunya adalah bisa terkena a penyakit “ain”. Penyakit ain adalah penyakit yang ada pada badan atau jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki atau pun takjub/kagum, sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena. Bayangkan jika orang yang melihat unggahan foto kita mengatakan dalam hatiya atau mendoakan keburukan bagi kita dan lantas terjadi pada diri kita, nah itulah penyakit ain.

Bahaya lainnya adalah bisa menyebabkan zina mata, naudzubillah. Bayangkan jika lelaki yang melihat fotomu, memuji kecantikanmu, dan menjadikanmu fantasinya. Fotomu diambil oleh orang- orang Bahkan kita tahu banyak orang diluar sana yang memiliki kelainan seksual yang bisa saja menjadikan fotomu sebagai objek khayalannya.

“Tapikan foto yang saya upload berhijab dan tidak ada maksud pamer dan hanya mengabadikan momen?” Saudariku, berhijab bercadar bahkan berniqab belum tentu bisa melindungimu dari fitnah- fitnah itu, karena sejatinya seluruh tubuh wanita meski telah tertutup bisa menimbulkan fitnah, kita ambil contoh wanita bercadar kemudian mengunggah foto dirinya, lalu ada lelaki yang berkomentar “MashaAllah matanya indah sekali” Apakah itu tidak termasuk zina mata?  Justru semakin tertutup biasanya malah semakin membuat lelaki penasaran. Dan jika maksud kita upload tidak untuk pamer, namun apakah yang melihat foto kita bermaksud demikian juga?

Lantas bagaimana dengan foto selfie disertai caption ajakan kebaikan atau inspirasi ? Mengajak kebaikan adalah hal yang bagus apalagi dengan adanya sosial media kita bisa lebih mudah menebar ajakan kebaikan, namun haruskah fotomu yang dijadikan latar bahan ajakan ? Sepertinya kurang pas melihat fenomena seperti ini “foto selfie caption tausyiah” karena yang melihat pasti akan fokus ke foto bukan captionnya. Jika memang ingin mengajak kebaikan tidak harus memakai foto diri, bisa pakai foto alam, benda, dll.

Saudariku, jangan jual fotomu hanya demi ratusan atau ribuan like. Jadilah wanita yang mahal yang tidak sembarang mata boleh melihat, yang menjadikan rasa malu sebagai perisainya. So, foto selfie tidak dilarang namun yang patut diingat, foto selfie tak perlu dibagi, cukup untuk koleksi pribadi yang tersimpan dalam kartu memori untuk dikenang dihari nanti.

Yufitya Dwi payanti/Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *